Pages

Keutamaan & Keunikan Bahasa Arab

Posted by Unknown on Tuesday, June 12, 2012

1. Bahasa Arab adalah bahasa yang maju dan kaya, dari segi keindahan makna, susunan, dan sebagainya. Tidak akan berubah sampai akhir zaman.
2. Bahasa Arab digunakan ribuan tahun, dari masa sahabat sampai sekarang. Sedangkan bahasa Inggris (dan bahasa lainnya) baru 200 tahun. Sehingga Bahasa Arab tidak akan pernah terhapus sampai masa depan.
3. Bahasa Arab adalah bahasa peradaban dan bahasa ilmu pengetahuan. Bahasanya sopan, resmi, untuk berdakwah, dan sabagainya. Sedangkan bahasa Inggris itu bahasa yang tidak beretika, biasanya cuma dipakai dalam bergaul saja.
4. Bahasa Arab diucapkan dari hidung sampai tenggorokan. Sedangkan bahasa lain hanya diucapkan dari hidung dan mulut saja.
5. Bahasa Arab, mempunyai huruf bermakhroj asli, tidak berubah-rubah. Contohnya makhroj lafadz : كَتَبَ (dibaca kataba). Sedangkan bahasa lain, makhroj tiap hurufnya bisa berubah. Contoh pada kata : foot (dibaca fut).
6. Dalam bahasa Arab, satu kata mempunyai banyak makna. Contohnya pada lafadz : مَكْتَب bisa bermakna perpustakaan, kantor, tempat belajar, dsb.
Sedangkan bahasa lain, seperti bahasa Inggris satu kata hanya bermakna satu. Contoh dalam bahasa Inggris, kata : Library hanya bermakna perpustakaan. Tidak ada makna lain.
7. Dalam bahasa Arab, setiap kata bahasa Arab dapat dijadikan pembahasan atau ilmu baru. Contoh lafadz : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . Kata bismi, bisa dijadikan sebuah pembahasan, yaitu tentang basmalah (dalam ilmu tajwid). Lalu lafadzh Allah, merupakan bahasan dari ilmu tauhid. Lalu kata Ar Rahman dan Ar Rahim, yang merupakan bahasan dari ilmu tentang sifat-sifat Allah atau yang biasa kita sebut Asma’ul Husna.
Sedangkan dalam bahasa lain, setiap kata itu tidak bisa dijadikan pembahasan atau ilmu baru.
8. Bahasa Arab adalah bahasa yang mempunyai harokat. Dengan ataupun tanpa harokat, bahasa Arab tetap bisa dibaca. Sedangkan bahasa lain konsonan hurufnya mati. Susunan huruf hanya bisa dibaca dengan adanya huruf lainnya.
9. Bahasa Arab adalah bahasa yang ringkas, singkat, tapi sudah bisa bermakna.
Contoh : أَبٌ (ayah), أُمٌّ (ibu), أَخٌ (saudara), dsb. Meskipun terdiri dari dua huruf, tapi itu sudah bermakna.
Sedangkan bahasa lain itu bahasa yang bertele-tele, membutuhkan banyak huruf supaya kata bisa bermakna.
Contoh : Father (ayah) > 6 huruf, mother (ibu) > 6 huruf, dsb.
Dan kelebihan dan keunikan Bahasa Arab lainnya …

Semoga bermanfaat.

#Disarikan ulang, diringkas, dan dirangkum oleh penulis, ketika mengikuti “Seminar Bahasa Arab : Apakah Bahasa Arab mampu menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa dunia?”, tanggal 28 November 2011, di Aula Student Centre.
Nara Sumber Seminar : Syekh Dr. Abu Yaman Qamry (Madinah), Dr. H. Muhbib Abdul Wahab, dan Dr. Ahmad Dardiri, MA.
Read More

Keutamaan Ilmu Daripada Harta

Posted by Unknown

Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya."
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat.
Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami."

Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?"
"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda, dan terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama.
"Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali.
Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?"

"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya," jawab Khalifah Ali.
Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua.
Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya."

Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang."
Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap."
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia."

Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya."
Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya."
Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si 'Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil."

Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur."
Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.
Read More

ANTARA SABAR DAN MENGELUH

Posted by Unknown

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"
Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"
Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."

Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"
Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."
Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:
" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:
" Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."
Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.
Read More

Tips Belajar Bahasa Asing

Posted by Unknown on Friday, June 1, 2012

Cara Cerdas Belajar Bahasa Asing

Oleh
Prof Dr Roy Sembel/Sandra Sembel

Seekor ibu tikus sedang berjalan-jalan dengan kedua anaknya. Di tengah jalan mereka bertemu dengan seekor kucing yang mengejar mereka. Mereka pun berlari. Tiba-tiba sang ibu Tikus berbalik menghadap sang kucing, sambil berteriak ”Grrrrrr... Guk...Guk... Guk...Grrr....!” dengan suara lantang. Mendengar suara anjing galak, sang kucing pun lari terbirit-birit.
alu, ibu tikus tersebut kembali kepada anak-anaknya yang sedang terpana melihat apa yang baru saja terjadi. Sang ibu tikus lalu berkata, ”Itulah gunanya kita belajar bahasa asing!”
Pernyataan sang ibu tikus ada benarnya. Belajar bahasa asing memberikan banyak manfaat. Lalu bagaimana caranya agar belajar bahasa asing bisa lebih efektif dan cepat? Ingin tahu rahasianya? Simak yang berikut.

Persiapan Total
Seperti juga belajar keterampilan lainnya, kita perlu melakukan beberapa persiapan penting agar proses pembelajaran berjalan efektif.

Persiapan Emosi
Yang utama dalam memulai langkah pertama dalam melakukan pembelajaran adalah persiapan emosi. Pastikan kita memiliki emosi positif terhadap bahasa asing yang ingin kita pelajari. Emosi positif ini akan membantu kita untuk tetap bertahan melawan berbagai kendala yang muncul di tengah proses belajar (misalnya: rasa bosan, kesulitan memahami apa yang kita baca dan kita dengar).
Untuk menumbuhkan emosi positif, kita perlu mencari tahu kaitan bahasa asing yang akan kita pelajari tersebut dengan hal-hal yang membuat kita senang. Singkatnya, kita perlu tahu apa yang bisa memotivasi kita untuk menyenangi bahasa yang akan kita pelajari.
Misalnya, jika kita ingin belajar bahasa Italia, mungkin kita bisa memulainya dari hal-hal yang kita senangi tentang Italia—masakannya, daerah-daerah wisata di Italia, ataupun beberapa kenalan kita yang berada di Italia. Jika kita ingin belajar bahasa Inggris, mungkin kita mengaitkannya dengan kebutuhan untuk mendapat Beasiswa belajar di negeri yang berbahasa Inggris, atau dengan keinginan kita untuk memahami informasi yang kita anggap penting serta menarik yang ditulis dalam bahasa Inggris untuk perkembangan profesionalisme kita.

Persiapan Mental
Selanjutnya, kita juga perlu melakukan persiapan mental. Kegiatan apa saja yang perlu dilakukan? Pastikan kita memiliki tujuan yang jelas dalam belajar (untuk apa, kapan, kepada siapa kita menggunakan bahasa asing yang akan kita pelajari tersebut). Tujuan ini mencakup tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek.
Bahasa mencakup Aspek yang sangat luas. Tujuan akan membantu kita untuk menyusun prioritas dan strategi dalam belajar. Prioritas akan sangat berguna untuk memilih keterampilan komunikasi mana yang ingin kita Asah terlebih dulu, kosa kata bidang apa yang harus kita pahami terlebih dulu, struktur dan tata bahasa yang mana yang perlu kita pelajari lebih dulu. Strategi akan sangat berguna bagi kita untuk memperpendek waktu belajar dan mengintensifkan hasil belajar.
Misalnya, jika kita ingin belajar bahasa asing untuk tujuan akademis (meneruskan pendidikan di negeri tempat bahasa tersebut digunakan), tentunya kita akan menyusun strategi untuk memprioritaskan pemahaman bahasa di bidang akademis—bagaimana memahami kuliah, kosa kata di topik apa saja yang terkait dengan perkuliahan yang akan kita ambil, struktur bahasa yang diperlukan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, terlibat dalam diskusi, dan menyusun karya tulis (paper).
Jika kita ingin belajar bahasa asing untuk menunjang pekerjaan kita dalam membina hubungan bisnis ekspor-impor dengan klien di luar negeri, kita perlu memfokuskan pembelajaran kita pada cara bernegosiasi, cara memberikan presentasi produk ataupun promosi produk baik secara tertulis maupun secara lisan dalam bahasa asing yang menjadi target pembelajaran kita.

Persiapan Fisik
Yang tak kalah pentingnya adalah melakukan persiapan fisik. Persiapan fisik diperlukan untuk membantu kita dalam memiliki stamina yang prima, serta berlatih dengan benar. Belajar bahasa adalah belajar sebuah keterampilan. Belajar sebuah keterampilan memerlukan latihan fisik yang intensif dan benar.
Seperti juga belajar piano, menyetir mobil, ataupun belajar karate, belajar bahasa juga memerlukan latihan yang rutin yang melibatkan aktivitas fisik. Untuk hasil yang efektif, latihan ini perlu dilakukan setiap hari. Latihan ini meliputi latihan pengucapan, latihan mendengar, latihan membaca, serta latihan menulis dengan menggunakan bahasa sasaran.

Kiat Belajar secara Cerdas
Kita mungkin sudah punya pengalaman belajar sebuah bahasa asing, antara lain bahasa Inggris. Kita sudah belajar bahasa Inggris paling sedikit dari sekolah menengah pertama sampai tingkat universitas, tetapi hasilnya tidak memuaskan: kita belum bisa menggunakan bahasa tersebut dengan lancar. Itu karena kita tidak menerapkan strategi cerdas berikut dalam belajar bahasa asing.
Urutan Belajar
Menurut riset di bidang neurolinguistik belajar bahasa perlu dilakukan dengan urutan yang benar, yaitu dari mendengar, berbicara, membaca, lalu menulis. Pastikan agar kita mendapat input lisan dulu sebelum kita melihat bagaimana kata-kata atau kalimat tersebut dituliskan. Jika kita mendengar sambil melihat tulisannya, pengucapan kita dalam bahasa asing tersebut akan cenderung terpengaruh dengan pola kebiasaan kita membaca kata-kata yang tertulis.
Jadi, sebelum kita melihat bagaimana bahasa asing itu ditulis, mulailah dengan mendengarkan bagaimana bahasa tersebut diucapkan. Gunakan berbagai alat Bantu untuk membantu kita memahami apa yang kita dengar, misalnya kaitkan apa yang kita dengar dengan gambar yang ada, atau bahasa tubuh dari si pembicara.
Lalu, coba tirukan tiap kalimat yang diucapkan. Setelah kita bisa memahami input lisan, kita perlu mencobanya sendiri untuk mengucapkannya. Selanjutnya, kita boleh membaca/melihat bagaimana input tersebut dituliskan. Dan terakhir, kita bisa mulai mempraktikkan bagaimana menuliskan input tersebut.

Frekuensi Belajar
Menurut sebuah riset di bidang pembelajaran bahasa, belajar bahasa yang efektif perlu dilakukan secara rutin, lebih sering dipraktikkan, lebih baik.
Jika kita belajar bahasa di negara sendiri (bukan di negara tempat bahasa tersebut digunakan), kita perlu menyisihkan waktu paling sedikit 45 menit sampai satu jam dalam sehari untuk mengekspos fisik, mental, dan emosi kita untuk berlatih menggunakan bahasa tersebut, baik dalam sesi belajar mandiri maupun belajar bersama.
Jika kita tekun melakukan hal ini, paling cepat dalam waktu delapan sampai dua belas bulan, kita sudah bisa melihat hasil yang positif dalam kelancaran kita berbahasa.

Alat Belajar
Alat bantu belajar juga sangat penting untuk kita gunakan jika kita ingin mendapatkan hasil yang positif. Selain buku-buku dan gambar, kita bisa mencoba alat bantu berbasis multimedia, yang memberikan keuntungan bagi kita untuk melihat bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam dialog, mimik muka, dan bahasa tubuh yang menyertai penggunaan bahasa, konteks bahasa tersebut digunakan. Alat bantu belajar lainnya adalah kamus dan tesaurus, yakni kamus yang memberikan kata-kata Alternatif untuk digunakan.
Kita juga bisa menggunakan flash cards—kartu-kartu kecil yang bisa berisi kata baru dan bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat, yang bisa kita bawa ke mana-mana, dalam kantung baju, kantung celana, ataupun dalam tas. Jika kita sedang menunggu, kita bisa mengeluarkan kartu tersebut untuk belajar kata-kata baru dan kalimat baru. Ada banyak lagi alat bantu belajar yang bisa kita gunakan. Cari yang ada di sekitar kita dan manfaatkan dengan optimal.

Model Belajar
Model belajar yang saat ini sedang digalakkan adalah model belajar blended learning atau model belajar yang memadukan manfaat belajar mandiri dengan menggunakan alat bantu multimedia (e-learning) dengan model belajar di kelas. Model belajar mandiri perlu didukung model belajar tatap muka di kelas untuk mengklarifikasi masalah yang tidak bisa kita pecahkan ketika belajar mandiri.
Belajar di kelas juga bisa menjadi ajang kita mempraktikkan secara nyata apa yang sudah kita pelajari secara mandiri. Demikian pula dengan model belajar di kelas. Belajar di kelas tidaklah cukup. Belajar dengan model tatap muka perlu dilengkapi dengan belajar mandiri agar frekuensi berlatih menjadi lebih tinggi, dan kita bisa mendapatkan waktu untuk menyerap secara pribadi apa yang telah dipelajari di kelas dan menggunakannya di lingkungan kita.

Strategi Belajar
Belajar, seperti juga kegiatan lainnya, perlu ditunjang dengan strategi yang benar. Kita bisa memilih strategi belajar yang terkait dengan gaya belajar dan kepribadian kita agar strategi belajar ini nyaman untuk kita lakukan. Jika kita adalah orang yang lebih mudah belajar di waktu malam atau di tempat yang memerlukan ketenangan, terutama dalam belajar mandiri, pilihlah waktu dan tempat yang sesuai dengan gaya belajar kita. Tujuannya agar hasil belajar kita lebih optimal.
Jadi, jika Anda ingin belajar bahasa asing dengan efektif (cerdas dan cepat), pastikan Anda mencoba beberapa tip yang baru saja dibahas. Sukses untuk kita semua.
Read More

Blogroll